8/15/2016

Bahaya Tikus Pada Mesin Fotocopy

2 comments
Jangan sampai terjadi kepada diri anda. Kejadian ini pernah saya alami sendiri ketika usaha fotocopy saya baru berjalan beberapa bulan saja. Tersangkanya adalah sang TIKUS. Ya tikus hewan pengerat yang datang tak diundang dan pamit pun tak bilang-bilang. 

Gangguan tikus hewan mungil ini terbilang cukup membuat mesin fotocopy saya kelimpungan. Bayangkan bagian badan mesin fotocopy banyak yang terputus kabel-kabelnya karena digerogoti hewan pengerat yang satu ini. Beberapa unit yang sangat vital dari mesin fotocopy menjadi mati dan harus diservice. Untung yang masih bisa jalan. Ada komponen yang tidak jalan sama sekali sehingga menyebabkan sering diistirahatkan karena harus diservice. Pusing jadinya.

Bahaya Tikus Pada Mesin Fotocopy
Dari contoh kasus di atas, ini menjadi bahan masukan yang menjadi dasar untuk mengantisipasi segala kemungkinan terhadap bahaya tikus pada mesin fotocopy. Sebenarnya banyak sekali saran dan tips untuk mengatasi bahaya gangguan tikus ini. Dari mulai menutup celah dan lubang yang ada pada mesin fotocopy sampai menaburkan kapur barus di tempat-tempat yang kemungkinan basar tikus itu berlalu lalang dan suka nongkrong di area mesin fotocopy. Semuanya saya lakukan, dan hal itu berhasil. 

Setelah sekian lama langkah pengamanan itu saya lakukan, akhir-akhir ini saya sedikit gusar karena ternyata selepas libur Lebaran kemarin, saya mendapati lagi jejak-jejak tikus di dalam kaset/wadah kertas. Bahaya nih. Jangan sampai kejadian tempo dulu terulang lagi. Pokoknya lumayan membuat saya menjadi trauma.

Karena dorongan rasa kekhawatiran itu, tidak berlama-lama saya langsung bongkar mesin, saya lepas seluruh baju-bajunya, saya urai dalemannya kalau-kalau ada sesuatu yang mencurigakan, terutama kabel-kabel yang ada. Jangan sampai kejadian lalu terulang kembali Ya Allah. Gumam saya. Alhamdulillah untuk saat ini mesin fotocopy dalam keadaan baik-baik saja.




Untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dengan segala upaya saya lakukan. Setelah dipastikan tidak ada hal yang dikhawatirkan, sekaligus tindakan perawatan dan penangkalan terhadap bahaya tikus pada mesin fotocopy, sambil bersih-bersih dari debu yang lumayan tebal, saya taruh kapur barus di beberapa bagian dengan harapan semoga tikus tidak lagi mengacam keselamatan mesin fotocopy ini.



Setelah dirasa cukup menabur kapur barus dan bagian-bagian yang berdebu sudah dibersihkan, saya pasang kembail komponen yang dilepas dan tutup kembali seluruh bajunya seraya bertawakal kepada Allah setelah ikhtiar yang saya lakukan. Semoga semuanya aman-aman saja. Semoga bermanfaat
Continue reading ...

8/13/2016

Hasil Fotocopy Blank Putih Polos

14 comments
Hasil fotocopy dengan kondisi mesin prima bukan lagi masalah bila dibanding dengan mesin fotocopy yang sedang terkendala teknis. Banyak ditemukan hasil fotocopy sebagai salah satu penyebab kekawatiran anda terhadap kondisi mesin fotocopy kita. Apakah hasil fotocopy itu buram, bergaris, kotor atau malah tidak ada objek sama sekali alias nge-blank putih sama sekali? Ini bisa mengganggu usaha kita bukan?

Hasil fotocopy yang berbagai jenis bentuk dan gangguannya, sebenarnya bisa diminimalisir dengan cara pola teknis  perawatan yang tertata dengan baik. Luangkan waktu minimal setiap minggu untuk mengecek kondisi mesin fotocopy kita agar tetap prima. Namun apaun upaya rutinitas perawatan mesin fotocopy telah kita lakukan, bisa saja terjadi sewaktu-waktu masalah seperti di atas muncul juga.

Hal ini pernah saya alami, terutama permasalahan hasil fotocopy yang blank putih tidak ada gambar atau teks sesuai dokumen yang aslinya sama sekali. Padalah semua indikator tidak ada masalah, tidak muncul error alert atau peringatan error seperti biasanya bila mesin kita mengalammi error apapun. Mesin jalan dan hidup namun lama-kelamaan ada bunyi kletek di belakang mesin. Saya sempat panik takut terjadi apa-apa.

Penyebab Hasil Fotocopy Blank Putih Polos

Karena asal bunyi kletek-kletek terdapat pada bagian belakang mesin yang berhubungan dengan developing, sebagai indikasi dan pengecekan saya buka bagian developing yang letaknya pada bagian samping mesin fotocopy. Benar saja dugaan saya, ternyata penyebab utama hasil fotocopy blank putih pada kasus itu terletak pada developing yang macet, tidak berputar untuk mensuplay tinta ke tooner. Pantas saja hasil fotocopy mulus ngeblank tanpa hasil, karena tinta dari developing tidak tersalurkan ke tooner karena developingnya ngadat.

Penyebab utama developing fotocopy kita ngadat yang ditandai dengan bunyi kletek biasanya disebabkan oleh komponen pemutar yang terdapat dibalik main board mesin ada masalah. Bisa disebabkan oleh v blet atau gear-gearnya ada yang oblak atau geriginya patah. Maka kita harus segera melakukan langkah service segera.

Untuk men-service fotocopy dengan gangguan developing seperti kasus ini, kita harus membuka bagian masin utama yang merupakan mainboard utama mesin. Otomatis mesin untuk sementara harus pada posisi off. Bongkar penutup main board yang terletak pada bagian belakang mesin fotocopy.

Mengatasi Hasil Fotocopy Blank Putih
Bukalah main board tempat hardisk berada yang menutupi bagian pemutar developing dengan hati-hati. Pastikan kabel dan soket dilepas satu demi satu agar terhindar dari masalah koneksi ke DC unit nya.

Setelah terbuka kita akan melihat bandul pemutar yang terbuat dari lempengan besi berbentuk bundar seperti tolak peluru dengan bobot yang lumayan berat. seperti tampak dalam gambar di bawah ini.



Bila bandul pemutar tersebut telah dilepas, selanjutnya kita bisa melihat unit gear dan v belt. Periksalah dengan seksama apa diantara komponen tersebut ada yang rusak. Bila v belt kerusakannya biasanya putus, bila komponen gear biasanya ada yang patah atau gearnya rompang.




Bila komponen ada yang rusak, segeralah ganti dengan yang baru.

Demikian temuan saya pada waktu itu. Dan setelah saya ganti dengan baru, mesin fotocopy kembali normal, permasalahan hasil fotocopy blank putih bisa diatasi. Semoga bermanfaat.


Continue reading ...

6/21/2016

Service LCD dan Touch Screen Mesin Fotocopy

6 comments
LCD dan Touch Screen mesin fotocopy saat ini menjadi komponen yang lazim digunakan untuk mengoperasikan mesin fotocopy. Pengaturan dan seting menu kerja mesin fotocopy jadi lebih mudah dan praktis dengan adanya LCD atau touch screen tersebut. Bahkan kian berkembangnya teknologi mesin fotocopy, saat ini banyak dijumpai LCD dan touch screen yang sudah disempurnakan dengan kaya variasi dan warna di dalamnya.

Penggunaan LCD dan touch screen pada mesin fotocoy dengan berbagai vitur yang canggih semakin memanjakan pengguna atau operator mesin fotocopy saat bekerja. Cukup dengan menyentuh simbol atau deretan panel di layar LCD nya, pekerjaan yang berhubungan dengan penggandaan dokumen semakin praktis saja.

Namun LCD dan touch screen mesin fotocopy termasuk komponen yang sangat vital dan penting untuk dijaga dari berbagai kemungkinan timbulnya kerusakan. Debu atau partikel kecil yang memungkinkan masuk ke area unit LCD dan touch screen sering manjadi biang masalah kerusakan komponen tersebut. Maka alangkah baiknya LCD dan touch screen itu selalu dilindungi dengan menggunakan mika atau plastik penutup.

LCD dan Touch Sreen Bermasalah
Masalah ini bisa timbul dengan gejala umum berupa respons sentuh yang tidak baik. Jadi ketika kita menyentuh layar LCD pada  mesin fotocopy, responsnya bisa bergeser bisa ke sebelah kanan, sebelah kiri, atas atau bawahnya. Bahkan saya pernah mengalami pergeseran yang jauh sekali dari titik sentuh, sampai akhirnya mesin tersebut tidak dapat dioperasikan karena masalah LCD dan touch screennya. 

Akhirnya saya putuskan untuk service LCD dan Touch screennya itu. Namun yang perlu kita ketahui, bahwa LCD dan Touc Screen adalah dua komponen atau part yang berbeda dengan masing-masing circuit dan koneksinya. Berhubung tampilan layar LCD tidak ada masalah karena secara keseluruhan gambar dan vitur yang terdapat pada layar LCD masih bagus dan jelas, maka tindakan yang akan saya lakukan adalah service touch screen nya saja. Peralatan yang harus dipersiapkan adalah:
- Obeng plus
- Gunting
- Cairan pembersih

Langkah Service LCD dan Touch Screen
Menurut kamus teknis perawatan mesin fotocopy, untuk service Touch Screen yang bermasalah tersebut sebenarnya sih dilakukan dengan mengganti dengan yang baru. Namun karena harga touch screen LCD itu lumayan mahal, ada beberapa cara agar touch screen bisa digunakan lagi sambil menunggu touch screen yang baru didapat. Caranya adalah:
1. Buka Panel Kontrol 
Panel Kontrol ini dihubungan oleh konektor yang tersembunyi dibawah panel. Jadi satu-satunya cara panel kontrol ini harus dilepas dari unit mesin fotocopynya.




2. Copot Unit Panel Kontrol LCD
Untuk membuka komponen LCD dan touch screen, anda harus membuka terlebih dahulu panel kontrol dari rumahnya. Karena letak LCD dan touch screen menyatu di dalamnya.



3. Periksa Elemen Touch Screen
Ada dua socet di dalam circuit nya, Perhatikan socet yang kabel optiknya kecil berwarna coklat, itulah unit touch screen yang akan kita perbaiki. Perhatikan juga apakah kabelnya longgar dari socetnya, bila longgar tinggal dikencangkan dengan cara menekan socet penguncinya. 



Namun bila semua konektor tidak ada masalah, lakukan langkah berikut

4. Memperbaiki Kabel Optik Touch Screen
Lepas kabel touch screen dari socetnya, kemudian gunting ujung kabel dengan gunting yang tajam sedikit saja untuk membuka jaringan kabel optik yang baru. Selanjutnya gunakan coton bud untuk membersihkan ujung yang digunting tadi dengan cairan alcohol, keringkan. 



Bila sudah kering masukan kembali kabel ke dalam socetnya. Pengalaman saya prosentase keberhasilannya lumayan membantu antara 70 prosenan. 

Pasang kembali semua komponen LCD dan Touc Screen,  kontrol panel seperti semula kemudian coba anda hidupkan mesin fotocopy. Bila masih mengelami kendala berarti anda perlu mengganti touch screen dengan yang baru. 



Harga Touch Screen LCD Fotocopy
- Canon IR 5000/IR 6000 kisaran harga Rp. 375.000 - 400.000
- Canon IR 5075 / IR 6570 kisaran harga Rp. 350.000 - 375.000

Demikian informasi tentang service LCD dan Touch Screen mesin fotocopy in semoga bermanfaat dan Selamat Mencoba.

Continue reading ...

6/13/2016

GINA FOTOCOPY

0 comments
Gina Fotocopy merupakan usaha jasa fotocopy dan layanan untuk jasa komputer. 

Gina fotocopy juga melayani pembuatan desain grafis untuk pembuatan logo, undangan, banner, gambar, klise untuk pra cetak sablon baik kertas maupun kaos.

Gina fotocopy terletak di Jl. Alun-alun Utara depan Kantor UPTD Pendidikan Kecamatan Malangbong.
HP. 0823 1819 7250




Melayani:
- Jasa fotocopy
- Pengetikan:
   > Skripsi
   > Makalah
   > Dokumen
   > PTK, dll
- Penjilidan
- Pembuatan Website
- Setting Design Grafis
Continue reading ...

6/12/2016

Mengenal Error Pada Fotocopy Canon

0 comments
Error pada fotocopy merupakan sesuatu masalah yang biasa dihadapi oleh pengguna mesin fotocopy. Apalagi masalah error tersebut timbul dikala pekerjaan lagi menumpuk atau banyak pelanggan memerlukan jasa fotocopy kita. Sungguh repot dan menyiksa.



Error pada fotocopy ada yang langsung bisa diatasi dengan cara me-reset fotocopy ada juga yang harus membongkar-bongkar beberapa komponen yang terkena warning error. Dibawah ini beberapa kode Error pada fotocopy, terutama error pada fotocopy Canon, antara lain

Error E000
Error ini disebabkan oleh termistor utama (TH1), biasanya termistornya sudah lemah atau penyebabnya adalah terminal circuitnya terkelupas dan terbuka. Termistor ini terletak pada unit pemanas untuk mengontrol dan mengatur suhu agar tetap stabil pada angka 70 derajat celcius. Bila termistor tidak bekerja dengan baik, suhu panas tidak terdeteksi dengan benar sehingga sensor membacanya sebagai erro E000. Tindakan pertama bisa dilakukan dengan mereset kode *28* dan pilih menu Copier > Fungtion > Clear > Error > Shutdown. Kemudian matikan mesin tunggu sesaat kira-kira lima menit dan hidupkan kembali mesin. Bila masih muncul error E000, berarti lakukan tindakan lanjutan yaitu mengganti termistor dengan yang baru.

Error E001
Termistor ada dua buah, gejalanya sama dengan termistor satu (TH2) hanya termistor dua ini biasanya alat pendeteksi panas dengan suhu sekitar 230 derajat, bila sudah mengalami kerusakan biasanya termitor 2 ini tidak bekerja dengan benar, dan suhu pada unit pamanas mencapai lebih dari 230 derajat sehingga dibaca error E001. Tindakan pertama sama dengan tindakan pada Error E000 yaitu tekan tombol kode *28* dan pilih menu Copier > Fungtion > Clear > Error > Shutdown.

Error E002
Error ini masih berkaitan dengan termistor 1, hanya wilayah kontrolnya terjadi pada komponen fixing roller yang suhunya tidak mencapai suhu ideal untuk fixing roller. Suhu idealnya adalah 100ºC. Biasanya bisa dicek dikala mesin on start dan pada waktu 2 menit suhu stagnan diangka 70 ºC berarti suhu tidak mencapai ideal 100 ºC dan otomatis sensor akan membaca error E002. Tindakan pertama yang dilakukan sama dengan error di atas.

Error E003
Error ini masih berkaitan dengan termistor, wilayah deteksinya ada pada DC Controler yang mungkin membaca suhu ideal panas diatas 70 ºC sebagai penyebab warning error E003. Lakukan tindakan yang sama untuk mengatasinya seperti error di atas

Error E004
Gangguan error ini terjadi pada RSK sirkuti pendek sebagai penyebab gagal pada DC Control, tindakan yang harus dilakkukan sama yaitu clear error pada kode *28* menu copier>fungtion>clar>err. Namun biasanya ada yang harus diganti yang terletak pada drive pemanas. 

Error E005
Error E005 ini terjadi bila web cleaning pada unit fixing roll web habis, sehingga sensor membacanya dengan kode E005. Tindakannya harus dengan mengganti web celaning dengan yang baru. Namun bila darurat selama web cleaningnya masih utuh bisa menggunakan sisi yang satunya. Lebih lanjut tentang cara mengatasi Error E005 dibahas disini.

Error E010
Terjadi masalah pada motor utama (M2), motor utama ini terletak pada bagian utama mesin dekat dengan DC Control. Bongkar penutupnya dan cek motornya bila rusak harus diganti.

Error E012
Error ini timbul karena Motor Drum (M1) rusak. Motor ini terletak pada bagian mesin utama dan diberi pemberat menyerupai kumparan dari besi. Untuk menggantinya lumayan mahal dan bisa memakan waktu cukup lama. DC controll akan gagal dan membacanya error E012 bila dalam hitungan detik mesin gagal berakselerasi.

Error E013
Error ini terjadi bilamana sensor pada bagian pembuangan toner mengalami kerusakan dan dapat berpengaruh ada hasil copy bila tidak segera diatasi.

Error E014
Kerusakan pada motor (M19). DC Controller gagal meneruskan kode error karena dalam hitungan 2 detik motor tersebut tidak berputar

Error E020
Penyebab utama error ini terjadi karena konektor motor hopper (M9/M10) pada bagian toner terputus yang mengakibatkan pasokan toner ke drum nol, biasanya dibarengi dengan copy yang blenk.

Error E032
Disebabkan oleh sensor remote diagnostik rusak, masalah ini mengakibatkan penyalinan data terganggu, atau tidak bisa menyalin data sama sekali.

Error E061
Error ini terjadi karena ada kerusakan pada komponen unit laser, disertai dengan hasil copy yang blank sama sekali atau hitam sama sekali atau gelap. Mengatasinya bisa diperbaiki setingan lasernya atau bila sudah rusak sama sekali harus diganti unit lasernya.

Error E100
Error ini diakibatkan dari PCB Utama unit laser rusak. Drive laser PCB mengalami kegagalan sistem bisa timbul karena terjadi konslet, atau rangkaian sircut rusak. 

Error E110
Penyebabnya adalah motor pada scanner laser (M15) rusak. Bisa juga dari kabel motor yang putus atau hubungan pendek. Proses kerjanya bila selama hitungan 15 detik scanner motor pada sistem tidak bekerja maka DC Controll gagal sistem dan akan memberikan informasi error.


Error E121
Kerusakan terjadi ada kipas pendingin (FM4) bisa diakibatkan dari kabel kipas putus atau mengalami hubungan arus pendek pada kabel kipas yang terkelupas.


Error E202
Error ini timbul karena adanya kerusakan pada sensro pemindai HP (PS39) atau pada motor pemindai HP. Untuk mengeceknya bisa menakan *28* pada menu Copier > Display > Err dan tekan Celar lalu shutdown.

Error E204
Penyebabnya karana unit ADF pada bagian PCB Controllernya mengalami gangguan. Kegagalan sistem pada pembacaan data PCB kontroller. Untuk mengecek dan seting ADF diulas pada artikel seting ADF.

Error E220
Diakibatkan dari lampu inverter PCB yang mengalami kerusakan. Sistem kontroler PCB mengalami kegagalan.

Error E225
Error ini ditimbulkan dari Lampu pemindaian (xenon tabung) mengalami kendala teknis, bisa lampunya yang putus atau ada komponen lain yang tidak terhubung ke lampu pemindaian. Bisa juga kerusakan pada PCB inverternya, CCD/AP PCB.

Error E240
Error ini berhubungan dengan sitem CPU dan DC Control. Mungkin saja terjadi karena koneksi PCB utama DC Controller terputus dengan DC Controll.

Error E243
Masalah ini terjadi pada Control Panel CPU PCB yaitu sistem utama PCB megalami gangguan.

Errir E248
Masalah ini terjadi pada EEPROM dalam sitem pembaca PCB Controller. Kegagalan sistem pembacaan data yang dideteksi 0001 ID ke EEPROM tidak cocok.

Error E302
Masalah ini timbul sebagai akibat dari kerusakan pada unit CCD/AP PCB. Bisa dari kabel yang rusak, hubungan arus pendek, atau rangkaian ada yang terbuka

Secara keseluruhan error pada fotocopy Canon banyak sekali. Karena CPU yang terdapat dalam sistem mesin fotocopy terhubung secara otomatis dengan setiap unsur dan komponen pada setiap fungsinya. Di atas baru sebagian error yang dikemukakan, sebagian lagi Insya Allah bila ada kesempatan bisa dilanjutkan. Semoga bermanfaat.

Continue reading ...

6/09/2016

Peluang Usaha Fotocopy di Era Digital

0 comments
Peluang usaha fotocoy di era digital kini terancam ! Benarkah?
Ya... lihat saja saat ini, ujian di sekolah lambat dan pasti akan menggunakan aplikasi digital. Pendataan abdi negara jauh sebelum ujian basis online juga sudah menerapkan aplikasi yang berbasis digital. Bagaimana peluang usaha fotocopy bila dihadapkan dengan situasi era digital dewasa ini? Menurut saya hal itu tidak perlu menjadi kecemasan dan kekhawatiran. Saya punya argumentasi yang mudah-mudahan dapat menjadi penyemangat bagi anda yang tengah mencari peluang usaha fotocopy di era yang digital ini.



Fotocopy merupakan salah satu perangkat hasil kecerdasan insan manusia. Dulu mencetak naskah atau dokumen masih dilakukan secara manual sehingga teknik mencetak naskah itu sekarang dikenal dengan isitlah manuscrift. 
Fotocopy sebagai hasil karya yang tidak lekang oleh zaman sebagai pertanda bahwa manusia itu harus berkembang dan berinovasi. Mengapa?

Karena, selama hubungan sosial antar sesama, selama hubungan individual maupun kelompok saling berinteraksi, selalu membuahkan dokumentasi yang bersifat sirat atau tersurat. Fotocopy menyentuh dokumentasi tersurat. Ketika seseorang atau sekelompok yang menghasilkan produk dokumentasi tersurat muaranya ada pada penyimpanan data. Data inilah yang pada akhirnya memerlukan duplikasi-duplikasi dan ini menjadi salah satu tanda bahwa kecerdasan berawal dari hal-hal seperti itu.

Kita sering melihat karya-karya besar yang awalnya bermula dari hal-hal yang kecil. Karya cipta manusia yang mengalami perkembangan dari masa kemasa ini contohnya adalah berkembang pesatnya teknologi fotocopy. Usaha fotocopy pun dari waktu ke waktu tetap dibutuhkan selama interaksi individual dan kelompok itu menggunakan dokumen.

Usaha jasa fotocopy yang mulai berkembang pada awal abad dua satu sampai saat ini ada dan akan tetap ada selama ada transaksi, perjanjian, pendidikan, ulang tahun bahkan orang menikah dan lain sebagainya. Dan ini bisa menjadi salah satu pertimbangan mengapa usaha fotocopy tetap akan eksis di era digital seperti sekarang ini.

Membuka usaha fotocopy di era digital saat ini sekecil apapun walaupun tampak mudah dan gampang. Dengan hanya bermodal ruang kecil dipojok kios dan seonggok mesin fotocopy bukan berarti usaha fotocopy anda bisa langsung dijalankan dengan lancar jaya tanpa kendala. Mesti berhitung dengan skala risiko. 

Ada beberapa tips dan triks Usaha Fotocopy di era digital dewasa ini.
1. Buat perencanaan yang matang
Sebelum memutuskan untuk terjun ke dunia usaha sekecil apapun, perencanaan adalah hal yang mutlak. Tak terkecuali dalam usaha fotocopy ini. Walaupun usaha yang akan dibukanya merupakan usaha fotocopy kecil.
2. Survey pasar
Faktor penting sebuah usaha adalah the right market on the right place, cari tempat strategis. Dimanakah biasanya orang-orang selalu berhubungan dengan dokumen.
3. Survey mesin fotocopy
Mesin fotocopy itu tergolong mesin yang banyak varian dan typenya, jangan salah dalam memilih mesin fotocopy, sesuaikan dengan budget dan juga pasarnya
4. Jangan gaptek 
Untuk menjawab tantangan di masa digital ini, kita harus mengikuti arus, termasuk usaha fotocopy kita. Tambahkan perangkat digital lainnya untuk menopang usaha fotocopy yang relevan.
5. Usaha dan do’a
Tawakal, maksimal dalam usaha dan do’a

Semoga dapat menjadi solusi dan bermanfaat.




Continue reading ...

6/06/2016

Service Web Cleaning Mesin Fotocopy

5 comments
Service Web Cleaning ini menyangkut permasalahan pada unit pemanas. Pada mesin fotocopy Canon yang banyak digunakan untuk usaha fotocopy, pada bagian unit pemanasnya biasanya sudah disertakan web cleaning. Web cleaning ini secara fisik bentuknya hampir menyerupai kain keras yang banyak dijual di toko kain untuk keperluan usaha konfeksi. Namun web cleaning bukan terbuat dari kain keras karena lebih lembut tapi sangat kuat terhadap suhu panas sampai diatas 100 derajat celcius.

Web cleaning ini terdiri dari gulungan yang pada ujungnya sudah terpasang pada bilah besi bulat untuk menautkannya ke dalam unit web cleaning. Penggantian web cleaning biasanya ditandai dengan error E 005 yang menandakan web cleaning telah habis dan secara otomatis sensor di unit web cleaning memberikan informasi kepada processor untuk selanjutnya meneruskannya dengan tanda error tadi.

Bagaimana Cara Service Web Cleaning Error?
Cara mengatasinya sangat mudah. Anda tinggal membuka unit pemanas, tepatnya bagian cover atas unit pemanas yang bewarna kuning. Gunakan obeng plus dan jaga agar baut tidak jatuh ke dalam unit regist. Maka bila cover sudah dilepas akan nampak web cleaning yang salah satu bagian tepinya sudah lepas dari bilah besi penopangnya. Warnanya pun sudah hitam semua tidak ada lagi yang bersih. Web cleaning dalam kondisi seperti ini sudah tidak bisa digunakan lagi. Lho kok bisa? Memang web cleaning bekas masih bisa digunakan?

Dalam beberapa kasus seperti situasi yang darurat, seumpama di daerah saya di Malangbong yang memerlukan waktu seharian untuk membeli web cleaning ke Bandung atau Tasikmalaya tentu usaha fotocopy akan berhenti sesaat selama web cleaning yang baru belum didapat. Untuk mengatasi situasi darurat ini menggunakan web cleaning yang bekas bisa menjadi solusi, namun itu sifatnya situasional dan sangat tidak dianjurkan dilakukan terlalu sering demi kesehatan upper dan lower unit pemanas. Bahasan tentang Upper dan Lower unit pemanas dibahas dalam artikel merawat upper dan lower unit pemanas. Caranya web cleaning yang bekas tadi dibalikan posisinya karena web cleaning ini berbentuk roll. Itupun tergantung kondisi web cleaningnya itu sendiri. Bila kondisinya seperti yang saya sebutkan di atas tadi, web cleaning tersebut terpaksa harus diganti dengan yang baru.

Untuk service web cleaning dengan yang baru anda harus membuka kedua baut yang menutupi web cleaning unit. Kemudian anda angkat dan lepaskan kedua bilah besi penopang web cleaning dengan cara ditarik ke sisi dalam web cleaning. 



Siapkan web cleaning yang baru yang sesuai dengan tipikal mesin fotocopy anda. Ada beberapa web cleaning yang cocok untuk berbagai jenis mesin fotocopy, karena masing-masing disesuaikan dengan ukuran part dan typenya.



Kemudian pasangkan web cleaning terebut ke dalam unit web cleaningnya. Dan pemasangan telah selesai dan anda tinggal memasang cover atasnya lalu masukan kembali unit satu ke dalam mesin fotocopy.



Permasalahan Yang Muncul Setelah Service Web Cleaning
Kejadian ini seringkali terjadi setelah service web cleaning dilakukan. Terutama ketika mesin dinyalakan dan tiba-tiba masih error E 005, padalah service untuk web cleaning telah dilakukan. Apa yang harus dilakukan selanjutnya?.

Anda tidak perlu cemas atau panik. Sebab di setiap mesin fotocopy yang digital saat biasanya sudah dilengkapi dengan sistem penyimpanan data yang disebut memory. Memory tersebut mencatat dan menyimpan lalu lintas data apapun yang berkaitan dengan pengoperasian mesin fotocopy, termasuk data web cleaning yang disimpan dalam tabulasi data yang disebut “counter”. Bilamana counter tersebut menunjukan angka diambang batas maka sistem pada processor yang terdapat dalam cpu akan membacanya sebagai error E 005. Nah untuk mengatasinya anda harus membuka menu opsional dengan menekan *28* secara bersamaan kemudian pada menu opsional tadi anda pilih menu “Copier” > “Counter” > “Misc” > “Fix-Wb”.

Pada menu “Fix-Web” anda akan jumpai angka dengan digit ribuan, menandakan web cleaning yang digunakan telah berotasi ribuan kali. Dan ini haru dinolkan dengan cara menekan deretan angkanya lalu tekan tombol clear pada papan tombol, selanjutnya tekan tombol reset. Matikan mesin tunggu sesaat dan hidupakan kembali. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Continue reading ...

6/01/2016

SERVICE CLEANING BLADE FOTOCOPY

0 comments
Cleaning Blade mesin fotocopy berfungsi untuk membersihkan drum dari sisa-sisa toner yang menempel. Sisa-sisa toner tersebut menempel manakala drum berputar mencetak gambar atau teks pada kertas. Cleaning Blade ini terbuat dari bahan rubber atau karet yang sangat kuat dan tahan terhadap panas. Bentuknya yang elastis memberi dampak aman terhadap drum. Padalah Cleaning Blade ini selalu menempel pada drum tanpa bergeser sedikitpun. 

Walaupun Cleaning Blade ini terbuat dari rubber yang tahan panah, namun kadang kala perlu diservice agar hasil copy-an tetap bersih dan bagus. Salah satu hasil copy mesin fotocopy kita kotor bisa jadi penyebabnya adalah cleaning blade ini. Namun umumnya gejala yang sering timbul akibat cleaning bladenya sudah rusak adalah garis-garis halus yang memanjang tidak beraturan yang sangat mengganggu hasil copy dari mesin fotocopy kita. Saya analogikan dengan pembersih kaca mobil, bila wifer/karet pembersih kaca sudah rusak, air hujan sangat mengganggu penglihatan kita ke depan jalan. Begitupun cleaning blade yang sudah rusak.

Selain itu, diperlukannya service cleaning blade ini untuk menjaga agar toner yang lama menempel pada cleaning blade tidak mengeras dan membatu karena proses pembiaran. Maksudnya karena cleaning blade ini terdapat pada unit drum yang membutuhkan waktu lumayan lama bila membukanya, terkadang kita  malas atau enggan melakukan pengecekan sehingga lama kelamaan dibiarkan sampai mengeras bahkan membatu. Bila sudah mengeras bisa menyebabkan kerusakan pada cleaning blade nya dan bahkan mengenai drumnya. Kalu sudah drum yang kena itu pertanda bahaya bagi mesin fotocopy kita.

Untuk mengatasi permasalahan dan service cleaning blade agar tidak terjadi problem seperti yang diutarakan di atas, anda harus menyisihkan waktu, fikiran dan tentunya tenaga. Sebab untuk membuka cleaning blade ini mesin fotocopy harus dibongkar yang otomatis tidak bisa melayani pelanggan untuk sementara waktu.

Service Cleaning Blade
Mesin yang saya gunakan adalah Canon IR. Pertama kali yang harus anda lakukan adalah membuka unit drum. Karena cleaning blade ini berada tepat sejajar dengan drum. Cara membuka unit drum telah dibahas dalam artikel Service Drum Fotocopy
Posisikan unit drum pada tempat yang aman, gunakan alas yang bersih dan tidak mengandung bahan-bahan keras yang dapat merusak permukaan drum. Bisa menggunakan karton atau dus yang dibuka dan dihamparkan untuk dijadikan alas.

1. Lepas socet cleaning blade
Letaknya terdapat pada bagian sisi sebelah kiri, socet ini untuk beberapa jenis mesin fotocopy Canon IR terdapat perbedaan jumlah kabelnya saja, sementara posisi socet sama letaknya.



2. Buka baut-baut penutup cleaning blade.
Untuk membuka baut ini menggunakan obeng plus, gunakan obeng yang bermagnet agar baut mudah terangkat dan tidak masuk kedalam celah-celah unit drum. Hal ini untuk mencegah bila baut yang masuk ke dalam celah unit drum tersebut nyangkut pada drum yang akhirnya menggores drum itu sendiri.



3. Angkat Cleaning Blade dengan hati-hati
Karena Cleaning blade ini sangat menempel rapat pada drum, terkadang untuk membukanya agak susah. Namun selama anda berhati-hati membukanya tidak akan ada masalah. Pegang kedua sisi penutup cleaning blade yang berupa plat seukuran jari angkat perlahan dan penutup cleaning blade akan terbuka.



4.  Lepas ring pengunci unit cleaning blade
Peralatan yang digunakan adalah obeng minus kecil. Buka ring pengunci yang melingkar pada bagian blade. 



5. Buka baut cleaning blade
Jumlahnya ada enam buah baut dibuka dengan menggunakan obeng plus. 



6. Bersihkan Blade 
Cleaning blade bila  masih bagus dan rata tidak ada pecahan atau retakan pertanda cleaning blade tersebut masih bagus. Anda tinggal membersihkannya dengan menggunakan spons halus. Namun bila cleaning blade tersebut sudah rusak, anda harus menggantinya dengan yang baru. Namun kadang-kadang untuk menghemat, bisa gunakan sisi yang satunya lagi, dan itu cukup ampuh dan dapat mengatasi permasalahan cleaning blade.



7. Pasang kembali Cleaning Blade
Tahap ini menandakan bahwa proses pembersihan atau penggantian cleaning blade selesai. Yang perlu diperhatikan adalah cermati dengan seksama seluruh unit yang ada pada cleaning blade sudah ada pada posisinya, tak jarang masalah drum rusak karena ada komponen kecil yang tertinggal dan menyangkut pada unit cleaning blade seperti baut yang lepas dan menyangkut pada drum. Terakhir kunci kembali ring pengunci pada klamp unit cleanig blade.



Cek kelurusan cleaning blade. Bila dirasa sudah lurus tidak ada masalah pasang unit cleaning blade pada unit drum



Demikian cara service cleaning blade fotocopy semoga bermanfaat.
Anda juga dapat membaca service mesin fotocopy untuk unit drum yang lainnya






Continue reading ...

5/30/2016

CARA MERAWAT DRUM FOTOCOPY

0 comments
Drum Fotocopy merupakan elemen yang sangat penting dan sangat vital bagi mesin fotocopy. Drum ini berfungsi untuk mencetak objek, gambar atau teks sebagai hasil proyeksi dari elemen lainnya yang berfungsi sebagai perekam objek atau gambar secara mekanik. 

Drum fotocopy jika dilihat dari bentuk dan ukurannya terdiri dari dua jenis drum, drum yang kecil dan drum yang besar. Drum yang kecil berdiameter kurang lebih 3 – 5 cm biasanya digunakan untuk fotocopy mini dan sedang. Sedangkan drum yang berukuran besar dengan diameter kira-kira 7- 10 cm, biasanya digunakan untuk fotocopy yang besar. Soal harga, drum yang besar adalah elemen yang paling mahal diantara komponen lainnya dari mesin fotocopy.

Satu unit drum harganya dikisaran 7 – 9 juta tergantung gradenya. Maka service drum ini secara khusus harus penuh kehati-hatian dan spesial, mengingat harganya itu yang luar biasa. Namun harga itu sepadan bila dibandingkan dengan ketahanan dan kapasitas pencetakan yang berkapasitas besar hingga jutaan lembar per satu unit drum. 

Selama drum fotocopy ini tidak mengalami kerusakan, biasanya umur drum itu panjang dan bertahan sampai beberapa tahun pemakaian. Kerusakan-kerusakan drum yang sering terjadi biasanya karena faktor eksternal, seperti kemasukan benda tajam dan benda-benda lain misalnya atom/stepler yang tidak sengaja terbawa masuk bersamaan dengan kertas, atau faktro-faktor lainnya. 

Drum ini terletak pada bagian yang terlindungi yang disekitarnya ada beberapa elemen penunjang untuk membantu proses bekerjanya drum ini ketika mencetak gambar, teks atau objek lainnya. Agar terhindar dari kerusakan, sebaiknya anda sering mengecek kondisi wire pada korona yang posisinya pas berada di atas drum. Tips untuk merawat wire ini ada pada artikel cara merawat wire korona bagian atas. Kadang-kadang kerusakan drum bisa terjadi karena wire korona putus dan mengenai drum dan akibatnya sangat fatal sekali.

Untuk menjaga agar drum fotocopy tetap prima dan terawat, perlu perawatan secara berkala dan rutin. Jangan menunggu drum bermasalah baru bertindak. Sebab bila sudah timbul masalah biasanya kerusakan bukan hanya pada drum tapi merembet pada elemen lainnya. Tentu hal ini tidak ingin terjadi kepada kita.

Ada beberapa langkah yang dapat kita lakukan untuk tindakan service fotocopy agar drum fotocopy kita terawat dengan baik.

Service Drum Fotocopy

Untuk membersihkan dan merawat drum fotocopy ini kita harus membuka unit drum. Pada unit drum ini terdapat baut dan kita buka seluruh bautnya.



Tarik unit drum keluar bersamaan dengan menarik unit pemanas agar tidak terjadi gesekan antara regist dan drum.



Unit drum terlihat dan bisa langsung diangkat. Angkat dengan hati-hati mengingat letak drum terletak di bawah unit drum.



Simpan unit drum diatas alas yang aman dan jauh dari benda-benda yang dapat menggores drum. Karton bekas dus kertas bisa jadi alternatif. Kemudian buka elemen lain yang melindungi drum. 
Yang pertama dilepas sebaiknya unit Cleaning Blade. Secara panjang lebar cara membuka dan membersihkan Cleaning Blade dibahas tersendiri pada artikel Cara Membersihkan Cleaning Blade



Setelah unit cleaning blade dilepas berikutnya elemen lainnya yang meruakan sensor dan bagian penampung sisa toner satu persatu dilepas sampai yang tersisa hanya drum saja.



Untuk membuka drum pada bagian kiri unit drum terdapat klamp pengunci yang dibaut sebanyak tiga buah. Lepas baut-baut tersebut sampai bearing drum terlihat. 



Angkat drum perlahan dengan hati-hati dengan kedua tangan kita. Tangan masing-masing memegang ujung bearing drum sebelah kiri dan kanan sampai drum terangkat dan simpan di alas yang halus, sebaiknya alas tersebut berupa kain spons halus yang dihamparkan menjaga drum tergores atau terkena benda-benda keras lainnya yang berada di lantai.



Usap halus permukaan drum dengan kain spons yang halus untuk membersihkan permukaan drum dari debu atau sisa toner yang mengering atau menempel sampai benar-benar bersih dan mengkilap. Bila diperlukan, anda bisa menggunakan cairan steril untuk menghilangkan bintik-bintik sisa toner yang mengering dan sangat susah untuk dihilangkan. Lakukan proses pembersihan dengan cairan steril tersebut berulang-ulang dengan tetap menjaga kehati-hatian sampai kotoran hilang. Pada saat menggosok jangan terlalu keras.


Bersihkan juga unit drum untuk menghilangkan sisa-sisa toner yang bertebaran pada bagian unit drum, membersihkan bagian ini bisa menggunakan kwas.



Setelah drum fotocopy anda mengkilap selanjutnya tinggal dipasang kembali dalam unit drumnya. Namun bagi anda yang menggunakan cairan steril sebaiknya drum tersebut ditaburi dengan toner yang baru atau bisa juga dengan menggunakan bedak bayi. Tabur dengan menggunakan spons yang bersih sampai semua permukaan rata. Hal ini untuk menjaga pada saat drum diputar dan didalamnya ada cleaning blade sebagai pembersih sisa toner tidak seret karena sel-sel drum terisi butiran halus dari bedak atau toner tadi.



Selanjutnya pasang kembali drum fotocopy anda ke dalam unit drumnya 



Pasang unit drum pada rell. Service mesin fotocopy untuk membersihkan drum fotocopy sudah selesai. Semoga bermanfaat

Anda juga dapat membaca artikel tentang service fotocopy yang lainnya:
1. Service Korona Fotocopy
2. Service ADF Fotocopy
3. Service Developing Fotocopy
4. Service Kaca Scaner Fotocopy

Continue reading ...
 

Copyright © 2012 Service Mesin Fotocopy Design by ginafotocopy | Blogger Theme by ginafotocopy | Published..Blogger Templates Powered by Blogger